Hasil Pencarian Anda

Tahukah Anda, Hak atas tanah milik Anda bisa hangus atau hilang…!?!

Rumah2in1.com – Pemerintahan sekarang dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan JK, lebih memperioritaskan pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur seperti pembuatan jalan tol, bandara, pelabuhan laut, waduk/bendungan, pembangkit tenaga listrik, jalan kereta api dan lain-lain membutuhkan banyak sekali pembebasan lahan baik milik pribadi maupun milik masyarakat umum. Sehingga, tidak sedikit timbul sengketa pembebasan lahan; sengketa terjadi karena salah satu pihak tidak terima dan merasa kehilangan hak atas tanah miliknya. Sengketa lahan atau tanah bisa terjadi antara orang per orang, orang pribadi dengan perusahaan swasta, perusahaan dengan masyarakat, bahkan yang lebih besar masyarakat atau rakyat dengan pemerintah atau penguasa.

Berikut ini adalah hapus atau hilangnya hak atas tanah yang dimiliki seseorang, antara lain dapat kami jelaskan sebagai berikut:

1. Pemilik melepaskan haknya.
Contoh:
Dalam pembebasan tanah milik rakyat oleh perusahaan swasta maupun oleh pemerintah, rakyat pemilik tanah menyatakan melepaskan hak atas tanahnya dihadapan Camat dan mendapatkan uang ganti rugi dan menyerahkan tanahnya kepada swasta atau pemerintah yang membayar ganti rugi tersebut. Dengan membuat surat pernyataan tersebut, hak milik atas tanahnya hapus dan tanahnya menjadi tanah negara.

2. Dilakukan pencabutan hak oleh Pemerintah (berdasar Undang-undang No.20 tahun 1961).
Contoh :
Untuk melaksanakan pembangunan proyek-proyek Pemerintah yang bersifat strategis, bila pemilik tidak bersedia melepaskan hak tanahnya, pemerintah dapat melakukan pencabutan hak dan pemiliknya mendapat uang ganti rugi sesuai penetapan Pemerintah (berbeda denga acara pembebasan tanah, besarnya uang ganti rugi ditetapkan secara musyawarah dan mufakat antara pemilik tanah dan yang membebaskan tanah).

3. Jatuh ke tangan yang tidak berhak.
Contoh:
Bila sebidang tanah hak milik jatuh ketangan orang yang tidak boleh punya hak milik (misalnya orang
asing). Hak milik tersebut akan dihapus dan tanahnya menjadi tanah negara, bila dalam jangka waktu satu
tahun sejal perolehannya tidak dialihkan kepada orang yang berhak atas hak milik.

4. Tanahnya musnah.
Contoh:
Tanah pantai yang hilang karena abrasi.
Bencana Tsunami Aceh, banyak tanah milik warga yang menjadi tidak jelas keberadaan dan batas-batasnya.

5. Jangka waktunya berakhir
Contoh:
Tanah Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Guna Usaha (HGU) yang tidak diperpanjang pada waktunya menjadi tanah negara kembali.

Demikian 5 sebab hapusnya hak milik tanah berdasarkan UUPA 1960, kita harus menyadari bahwa, memang pada dasarnya tidak ada yang namanya hak kepemilikan abadi, dan ketika mempunyai hak milik, tentunya ada kewajiban dan tanggung jawab yang harus dipenuhi agar tanah yang sudah dimiliki bisa memberikan lebih banyak manfaat, bukan sekedar simpanan, objek investasi atau cuma dijadikan agunan untuk pinjaman bank semata. Apalagi, bila
bila hak milik tanah kita bersinggungan dengan proyek pembangunan pemerintah/negara; dibutuhkan kearifan dan kesadarannya serta partisipasi kita sebagai warga negara yang baik demi pembangunan infrastruktur untuk kepentingan bangsa dan negara yang sedang giat membangun ini.

AA Norzam adalah content writer di rumah2in1.com; dapat dihubungi via email: norzam.rumah2in1@gmail.com

Sumber foto: https://litigasi.co.id/posts/redistribusi-tanah-symv1

Tinggalkan Balasan