Hasil Pencarian Anda

Bisnis Properti di tahun 2018 Lebih Baik dan Prospektif dari tahun 2017

Posted by aanorzam on Desember 18, 2017
| 0

Rumah2in1.com – Tinggal menghitung hari kita akan meninggalkan tahun 2017 ini dan akan menyambut tahun baru 2018 dengan sedikit kekawatiran, karena tahun 2018 & 2019 mupakan tahun politik karena di tahun 2018 akan diselenggarakan pilkada serentak di seluruh Indonesia dan 2019 pileg dan pilpres. Kemudian timbul pertanyaan dengan nada kekawatiran dengan adanya banyak pesta demokrasi serentak ini bagaimana dengan prospek ekonomi Indonesia, khususnya di sektor properti di tahun 2018 akankan lebih baik dari tahun 2017 yang sudah melambat akan semakin lambat atau lebih baik dari tahun 2017?. Untuk bisa melihat prospek ekonomi khususnya sektor properti di tahun 2018, kita lihat hasil raport selama tahun 2017 di sektor properti, berikut analisa perkembangan atau pencapaian sektor properti selama tahun 2017.

Perkembangan dan pencapaian bidang properti di akhir tahun 2017 tetap dalam trend rendah, walau ada tanda yang tunjukkan pemulihan. Selama sembilan bulan pertama dalam tahun 2017, harga serta penjualan perumahan cuma tumbuh dibawah 5%. Kami melihat, perubahan bidang ini di tahun 2018 juga akan sedikit lebih baik dibanding tahun 2017, tapi masih tetap perlahan-lahan.

Perkembangan harga serta penjualan perumahan sampai kuartal III-2017 tetap dalam level rendah. Berdasar pada survey Bank Indonesia (BI), indeks harga property residensial tumbuh 3, 3% year on year (yoy) sedikit lebih tinggi dibanding periode sama di tahun 2016, yang cuma tumbuh 2, 8% (yoy). Tapi masih tetap lebih rendah dibanding tahun 2014 serta tahun 2015 yang dapat mencatat perkembangan diatas 5% (yoy).

Searah pertumbuhan harga yang masih tetap rendah, perkembangan penjualan perumahan pada kuartal III-2017 melemah jadi 2, 6% quarter on quarter (qoq), lebih rendah dibanding tahun 2014-2015 yang bisa menjangkau dobel digit, bahkan juga lebih dari 40% (qoq) pada akhir tahun 2014 lalu.

Namun demikian sebaliknya kredit disektor properti mulai tampak sinyal pemulihan. Perkembangan kredit pemilikan rumah serta apartemen (KPR serta KPA) mulai bertambah mulai sejak bulan Juni 2017. Pada bulan Juni 2017 KPR serta KPA dengan tahunan cuma tumbuh 7, 9%, lalu bertambah jadi 10, 6% pada bulan September 2017. Namun perkembangan lebih baik ini dibarengi dengan rasio kredit bermasalah (NPL) stabil di level 2, 8%.

Berdasar pada analisa wilayah provinsi, perkembangan teratas dicatat oleh Provinsi Papua Barat (58, 9%) serta Papua (25, 1%), sedang perkembangan terendah terjadi di provinsi Bali (-15, 6%) serta Maluku Utara (-8, 3%). Rasio NPL teratas yaitu provinsi Kalimantan Timur (7, 5%) serta Sulawesi Utara (6, 5%) dan terendah yaitu Maluku (0, 8%) serta Nusa Tenggara Timur (1, 4%).

Pemerintah meluncurkan beragam kebijakan untuk mendorong permintaan bidang perumahan. Salah satu diantaranya adalah pelonggaran ketentuan loan to value (LTV) pada Agustus 2016 yang waktu lalu. LTV di turunkan dari 20% jadi 15%. Jadi konsumen perumahan dapat membayar uang muka KPR lebih rendah.

Tetapi, pelonggaran ini dipandang belum juga dapat buat sektor properti berlari kencang. Hingga BI merencanakan kembali turunkan LTV dengan spasial berdasar pada keadaan serta perubahan bidang properti di masing-masing daerah.

Sampai sekarang ini KPR serta KPA didominasi di Pulau Jawa (70%), kemudian Pulau Sumatra (13%), Kalimantan serta Sulawesi (semasing 6%), Bali-Nusa Tenggara (3%) serta Maluku dan Papua (1%). Kami melihat pemilihan lokasi yang terima pelonggaran LTV yaitu lokasi yang memiliki potensi perkembangan KPR serta KPA besar dengan rasio NPL rendah. Jadi dengan demikian deskripsi per September 2017, perkembangan KPR serta KPA di Jawa, Kalimantan, Maluku serta Papua tumbuh diatas nasional. Tetapi cuma rasio NPL di Jawa, Maluku serta Papua lebih rendah dari nasional.

Kebijakan lain yaitu aplikasi suku bunga acuan rendah untuk menekan suku bunga pada level kredit konsumsi. Suku bunga referensi telah turun 300 bps dari dari 7, 25% di Januari tahun 2016 sampai 4, 25% di November tahun 2017 kemarin. Kami memprediksi suku bunga referensi pada tahun 2018 tidak akan alami kenaikan yang berarti atau tetaplah di level kisaran 4, 25%.

Tetapi transmisi penurunan suku bunga acuan ke suku bunga kredit konsumsi melambat, karena terhalang efisiensi perbankan serta NPL yang masih tetap tinggi. Suku bunga kredit konsumsi cuma turun 96, 9 bps dari 13, 9% di Januari 2016 jadi 13% di September 2017. Bersamaan hal tersebut, suku bunga KPR cuma turun dari 11, 3% di Januari 2016 jadi 10, 1% di September 2017.

Pada tahun 2018 nanti, kami melihat sedikit isyarat pemulihan bidang atau sektor properti. Perkembangan perlahan-lahan ini searah dengan perkiraan perkembangan ekonomi tahun 2018 yang sedikit lebih baik, yakni 5, 1% (2017) serta 5, 3%  di tahun 2018 yang akan datang. Di tahun 2018 akan terjadi perlambatan sebentar karena adanya hari Raya Idul Fitri dan Pilkada serentak di bulan Juni 2018 setelah itu akan normal kembali. Tapi akan melambat kembali di bulan April-Mei 2019 karena adanya Pileg dan Pilpres.

Perkembangan KPR serta KPA sekarang ini bertambah serta lebih tinggi dari perkembangan kredit. Tapi perkembangan bisnis dan harga serta penjualan perumahan masih tetap rendah. Efek kebijakan pemerintah bidang properti dengan mengeluarkan paket-paket kebijakan selama tahun 2017 dapat diprediksikan lebih kelihatan dan dirasakan hasilnya di tahun 2018.

Kemudahan dalam membeli rumah/perumahan dengan ketenuan Uang Muka/LTV yang rendah serta suku bunga yang cenderung turun dan terjangkau oleh konsumen diharapkan dapat menaikkan permintaan hunian tempat tinggal atau kepemilikan rumah di tahun 2018. Berdasarkan dari hasil analisa selama tahun 2017 ini, ditahun 2018 diperkirakan akan terjadi kenaikan index harga properti 3-5% dan index

suplay properti akan mengalami kenaikan berkisar 10-15% karena program sejuta rumah akan tetap digenjot oleh pemerintah di tahun 2018. Ujung-ujungnya diharapkan mendorong geliat bisnis sektor properti di tahun 2018 lebih baik dan prospektif dari tahun 2017 yang sebentar lagi kita tinggalkan. Semoga.

AA Norzam adalah pelaku bisnis properti serta content writer di Rumah2in1.com. Bisa dihubungi via email: norzam.rumah2in1@gmail.com

 

Tinggalkan Balasan