Hasil Pencarian Anda

Pajak-pajak Yang Dikenakan Atas Jual Beli Properti

Posted by aanorzam on Desember 16, 2017
| 0

www.rumah2in1.com – Setiap transaksi jual beli properti (rumah/tanah) dikenakan pajak, karena dalam transaksi jual beli properti (rumah/tanah) terjadi perpindahan barang/hak dari suatu subjek pajak kepada subjek pajak lainnya. Terdapat dua komponen dalam suatu transaksi jual beli properti, yaitu subjek dan objek pajak. Subjek pajak terdiri dari Penjual dan Pembeli, sementara objek pajak adalah propertinya (rumah atau tanah).

Penjual dikenakan pajak karena menerima penghasilan/kenikmatan berupa uang dari perpindahan hak yang terjadi (transaksi jual beli), sementara pembeli dikenakan pajak karena menerima barang atau menerima hak.

Jadi secara mudah dapat dipahami bahwa saat kita menerima penghasilan maka kita harus membayar pajak ke Negara, begitu juga ketika kita menerima barang kitapun diwajibkan membayar pajak ke Negara. Jadi bagi Negara dengan adanya transaksi jual beli properti, negara mendapat pemasukan penerimaan pajak dari penjual dan dari pembeli.

Berikut ini adalah pajak-pajak yang biasa dikenakan dalam transaksi jual beli properti (rumah/tanah), antara lain sebagai berikut:

1. BPHTB (Bea Peralihan Hak Atas Tanah dan Bangunan).
BPHTB akan dikenakan kepada Pembeli dan dibayarkan ketika terjadi peralihan hak atau penandatanganan Akta Jual Beli di Notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Pembayaran dapat dilakukan di bank yang ditunjuk sebagai tempat pembayaran pajak dan dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat.
Cara menghitung BPHTB adalah sebagai berikut:
– BPHTB = (Harga jual – Faktor Tidak Kena Pajak) x 5%).
– Faktor Tidak Kena Pajak disetiap daerah berbeda-beda.

2. Pph Final (Pajak Penghasilan bersifat Final).
Pph Final akan dikenakan kepada Penjual apabila Penjual adalah perseorangan atau Sertifikat Hak Milik (SHM). Untuk Penjual adalah Perusahaan atau Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), maka tidak dikenakan Pph Final. Pph Final hanya akan dikenakan apabila nilai transaksi jual beli lebih dari Rp.59.999.999,99 (lima puluh sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan koma sembilan puluh sembilan rupiah).

Sama dengan BPHTB, Pph Final dibayarkan ketika terjadi peralihan hak atau penandatanganan Akta Jual Beli di Notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Pembayaran dapat dilakukan di bank yang ditunjuk sebagai tempat pembayaran pajak dan dilaporkan ke Kantor Pelayanan Pajak setempat.

Cara menghitung Pph Final adalah sebagai berikut:
Pph Final= Harga Jual x 5% (catatan terakhir adalah 2,5%).

3. PPN (Pajak Pertambahan Nilai)
PPN akan dikenakan kepada Pembeli, dipunggut oleh Penjual dengan catatan Penjual adalah Pengusaha Kena Pajak (PKP) dan atau penghasilan dari penjualan properti melebihi Rp.600.000.000,00 (enam ratus juta rupiah) per tahun. PPN dipunggut pada saat penerimaan uang muka maupun pelunasan dan dibayar selambat-lambatnya tanggal 15 bulan berikutnya.

Cara menghitung PPN adalah sebagai berikut:
– Apabila harga jual tidak termasuk PPN
– PPN = Harga jual x 10%
atau
– Apabila harga jual TERMASUK PPN
– PPN = (Harga jual : Dasar Pengenaan Pajak) x 10%.
– Dasar Pengenaan Pajak adalah Faktor pembagi harga jual sebesar 1,1 atau 110%.
– Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak). NJOP dapat dilihat pada lembar PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Apabila NJOP Lebih besar dari Nilai transaksi maka dasar perhitungan pajak menggunakan NJOP begitu pula sebaliknya.

Demikian pajak-pajak yang akan dikenakan dalam setiap transaksi jual beli properti, artikel ini ditulis agar dapat menjadi pemahaman bagi penjual bahwa uang hasil penjualan propertinya tidak sebesar harga jual yang telah disepakati dengan pembeli, tapi akan berkurang sebesar penggenaan pajak pada penjual. Begitu juga bagi pembeli supaya bisa menyediakan uang tidak hanya sebesar harga deal dari properti tersebut, tapi masih ditambah dengan pajak-pajak yang dikenankan atas transaksi jual beli properti tersebut.

Aa Norzam adalah Conten Writer tetap di rumah2in1.com, dapat dihubungi via email: norzam.rumah2in1.com

Tinggalkan Balasan