Hasil Pencarian Anda

Hemat Biaya Pembangunan Hingga 30% dengan Teknologi Rumah Kayu

Posted by Wulan Kusuma on November 19, 2017
| 0

Sektor properti menjadi salah satu sektor yang sangat menjanjikan dan terus mengalami perkembangan. Namun di sisi lain muncul masalah baru, yaitu backlog atau ketimpangan terhadap kebutuhan/permintaan rumah. Backlog terjadi karena terdapat selisih antara pasokan rumah dengan permintaan rumah. Salah satu penyebab backlog adalah masalah mengenai tanah.

Masalah mengenai tanah muncul salah satunya karena keberadaan spekulan. Menurut KBBI, spekulan adalah orang yang mencari keuntungan besar dengan cara melakukan spekulasi (dugaan, perkiraan, dan sebagainya). Spekulan dapat mempengaruhi harga tanah di lapangan menjadi melonjak sangat tinggi sehingga dapat membebani pengembang maupun konsumen kelas bawah. Selain itu, backlog juga dapat dipengaruhi adanya kekurangan lahan pada sektor properti.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, teknologi rumah kayu tahan api dan rayap, serta mudah disusun (knockdown) menjadi sebuah solusi yang tepat dan memadai dari sekian banyak terobosan/inovasi baru di bidang properti. Bahan bangunan kayu rekayasa tahan api dapat terjangkau oleh siapapun untuk memenuhi kebutuhan perumahan karena hemat biaya namun berkualitas, ramah lingkungan, efisien (cepat), dan memiliki keberlanjutan jangka panjang. Teknologi ini mampu menekan biaya pembangunan properti hingga 30%.

Berdasarkan laporan McKinsey Global Institute (MGI), sebanyak 330 juta rumah tangga perkotaan di seluruh dunia tinggal di perumahan di bawah standar. Sekitar 200 juta rumah tangga di negara berkembang tinggal di daerah kumuh. MGI memprediksi bahwa pada tahun 2025, sekitar 1,6 miliar orang perkotaan di seluruh dunia – setidaknya 440 juta rumah tangga – akan bertempat tinggal di perumahan yang tidak aman dan memadai karena tidak memiliki akses finansial. Sebagai langkah antisipasi agar prediksi MGI tidak terjadi maka diperlukan adanya terobosan teknologi properti, seperti penggunaan produk kayu kimia yang tahan api non-polusi dalam bahan bangunan rumah kayu.

Hal yang mendukung teknologi properti dengan menggunakan kayu rekayasa ini adalah melimpahnya pasokan kayu di hutan tanaman industri. Apalagi kini penebangan pohon memiliki aturan tersendiri untuk menanam kembali pohon yang telah ditebang sehingga akan terus menghasilkan sumber daya kayu secara berkelanjutan yang akan selalu tumbuh setiap tahunnya. Kayu yang dihasilkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan perumahan yang terus mengalami pertumbuhan. Berdasarkan perhitungan dari McKinsey Global Institute, harga rumah yang terbuat dari kayu rekayasa lebih murah 30% dibandingkan rumah yang terbuat dari beton dan bata dengan ukuran yang sama.

Dalam hal pembuatan dan produksi otomatis, rumah kayu memiliki keunggulan, yaitu konstruksi cepat, biaya untuk fondasi serta biaya pembiayaan jauh lebih murah. Rumah kayu juga memiliki kemampuan tahan terhadap cuaca, api, air, rayap, serta shock-proof dan load-bearing. Selain itu, komponen rumah kayu (pintu, dinding, atap, lantai) diproduksi di pabrik dan disatukan di lokasi sehingga pembangunan rumah dapat dilakukan dengan cepat, efisien, dan berkualitas.

Tinggalkan Balasan