Hasil Pencarian Anda

Selain Uang Muka, Masyarakat Harus Mengetahui Syarat Lain Untuk Pengajuan KPR Rumah Subsidi

Posted by Wulan Kusuma on November 7, 2017
| 0

Rumah2in1 – Menjelang akhir tahun ini, proses pengajuan KPR atau Kredit Pemilikan Rumah kini sudah semakin dimudahkan. Pemerintah telah menjalin kerja sama dengan berbagai bank serta pengembang properti perihal program Kredit Kepemilikan Rumah khususnya rumah subsidi. Diharapkan Masyarakat Berpenghasilan Rendah atau MBR dapat memiliki hunian pribadi dengan cicilan bulanan yang mangat terjangkau.

Walapun begitu, Karena alasan yang sederhana, masih banyak masyarakat yang sungkan mengajukan KPR. Padahal dalam realitanya proses pengajuan KPR tidak serumit dengan apa yang dibayangkan.

Catatan Keuangan Buruk

Hati-hati bagi Anda yang memiliki catatan keuangan buruk hampir 99% dipastikan tidak akan lolos untuk mendapatkan KPR. Mohon untuk diperhatikan jika Anda pernah terlambat membayar tagihan kartu kredit atau banyak tanggung jawab yang belum atau bahkan sengaja tidak diselesaikan maka sudah pasti Anda telah masuk dalam daftar black-list Bank Indonesia. Jelas saja bank tidak mau membuat Risiko dengan mencairkan kredit kepada nasabah-nasabah yang kurang berpengalaman dan buruk dalam hal manajemen keuangan mereka.

Lokasi Rumah Subsidi yang Kurang Strategis

Beberapa tahun yang lalu, pembangunan rumah subsidi memang lebih banyak difokuskan di daerah terpencil. Tetapi hal tersebut kini semakin membaik. Daerah-daerah penyangga ibu kota dan berbagai kota besar di Indonesia mulai dibidik sebagai lokasi pembangunan rumah subsidi. Sehingga Anda lebih leluasa mengajukan KPR rumah subsidi di sekitar daerah tempat tinggal atau tempat bekerja Anda.

Pekerja Informal Kekurangan Informasi

Dahulu, proses KPR memang membutuhkan slip gaji dan surat keterangan kerja sebagai salah satu syarat utama. Karena persyaratan tersebut mengindikasikan bahwa pihak pengaju KPR mampu membayar cicilan secara lancar. Namun kini pekerja informal juga mendapat kesempatan yang sama untuk memiliki rumah pribadi. Para pekerja informal dapat membentuk asosiasi satu profesi dan memenuhi syarat minimal pendapatan per bulan. Maka pihak bank pun bisa memproses pengajuan KPR secara praktis dan cepat.

Kurangnya Pemahaman Mengenai Proses Pengajuan KPR

Memang benar bahwa pemahaman Masyarakat tentang proses pengajuan KPR masih sangat pendek. Oleh karena hal ini, proses penyaluran rumah bagi Masyarakat bersubsidi tidak berjalan sesuai rencana. Faktanya, yang terjadi di lapangan banyak Masyarakat berkebutuhan yang belum mengetahui bahkan memanfaatkan program tersebut. Karena banyak masyarakat golongan ekonomi menengah ke atas yang melakukan investasi dengan membeli rumah subsidi.

Uang Muka KPR Terlalu Besar

Uang muka atau Down Payment (DP) KPR juga kerap menjadi keluhan utama masyarakat. Padahal sebenarnya uang muka KPR rumah subsidi hanya berkisar di angka 1% hingga 7,5% dari total harga rumah. Bantuan uang muka KPR sebesar 1% bisa diperoleh oleh MBR yang sudah memenuhi syarat pengajuan KPR. Kalau Anda berniat mengajukan KPR dalam waktu dekat, gunakan sistem simulasi KPR untuk menghitung perkiraan uang muka dan jumlah cicilan yang wajib dibayar.

Bila Anda berniat untuk mengajukan KPR, jangan tunda lagi keinginan tersebut. Siapkan semua syarat pengajuan KPR agar prosesnya berlangsung cepat dan lancar. Supaya Anda bisa segera memenuhi kebutuhan untuk memiliki hunian pribadi. Mari manfaatkan program KPR rumah subsidi untuk masa depan yang lebih cemerlang.

Tinggalkan Balasan