Hasil Pencarian Anda

Janji Progam Rumah DP 0 Rupiah yang Ditunggu Warga DKI Jakarta

Rumah2in1.com – Anies Baswedan serta Sandiaga Salahuddin Uno dilantik jadi pemimpin Jakarta periode 2017-2022. Anies serta Sandiaga dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Senin 16 Oktober 2017 sesudah memenangkan Pilgub DKI.

Sederet janji manis kampanye juga diinginkan bisa direalisasikan. Dari mulai lapangan kerja baru, menyetabilkan harga keperluan pokok, sampai program DP 0 rupiah.

Satu diantara program favorit pasangan yang diusung Partai Gerindra serta PKS itu yaitu wujudkan tempat tinggal terjangkau lewat Program DP 0 Rupiah. Ditulis dari dokumen pada website resmi Anies-Sandi Jakartamajubersama. com, program DP 0 Rupiah yaitu credit murah berbasiskan tabungan untuk orang-orang berpendapatan menengah ke bawah.

Apa itu program DP 0 Rupiah?

Program DP Nol Rupiah adalah Kredit Murah Berbasis Tabungan Bagi Masyarakat Berpenghasilan Menengah Ke Bawah.
Program ini mengganti prasyarat DP yang sangat mahal, dengan prasyarat lain untuk memastikan pembayaran kredit yang lebih dapat dipenuhi oleh warga, seperti:
* Konsistensi jumlah saldo tabungan di bank, sebesar proporsi tertentu dari nilai properti dalam jangka waktu 6         bulan terakhir.
* Konsistensi perilaku menabung di bank selama jangka waktu 6-12 bulan terakhir.

Jadi lewat program ini, nanti pemerintah juga akan memberi pertolongan pembayaran uang DP yang dapat ditukar dengan dicicil menabung oleh orang-orang, dengan saat menabung 6-12 bln..

Property yang di tawarkan dalam program ini yaitu tempat tinggal vertikal sederhana bersubsidi yang bisa di bandrol dengan harga sampai Rp350 juta.

Menurut Eddy Ganefo Ketua Pembina DPP Asosiasi Pengembang Perumahan serta Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), pihaknya menyongsong baik gagasan Pemerintah Propinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuat DP 0 Rupiah, tetapi dianya mengharapkan supaya pemerintah bisa buat ketentuan terang supaya nanti program ini dapat pas tujuan.

“Bisa saja program ini bisa terealisasi, tetapi pemerintah baiknya mesti buat regulasi yang pasti, karna jangan pernah kelak program ini malah cuma dapat di nikmati oleh beberapa investor property, ” kata Eddy.

Menurut Eddy terkecuali buat program DP 0 Rupiah, baiknya pemprov juga konsentrasi untuk perbanyak Rusunami di Jakarta, hal semacam ini karena sebab kurangnya tempat yang ada di Jakarta, hingga pembangunan hunain type ini jadi pilihan yang begitu rasional untuk dikerjakan.

“Selain itu baiknya gubernur baru kita harus juga memerhatikan pembangunan infrastruktur, karna aspek ini lah yang bisa menggairahkan industri property, ” kata Eddy.

Program rumah DP Rp.0 ini sebagai bahan kampanye yang banyak menarik warga DKI untuk akhirnya beralih memilih Anis-Sandi. Program ini banyak menuai pro kontra, sebenarnya gimana sih skema dari program DP 0 Rupiah; berikut ini adalah contoh dari skema DP 0 Rupiah.

Contoh : Tempat tinggal atau rumah susun FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) seharga maksimum Rp. 350 juta, untuk seorang berpendapatan maksimum Rp. 7 juta.

Pokok utang (tanah serta bangunan) = Rp. 350 juta.
Dalam kondisi normal, customer mesti membayar DP 15% (15% x Rp. 350 juta = Rp. 53 juta). Hal semacam ini pasti memberatkan. Dengan hal tersebut, DP itu tidaklah perlu dipenuhi oleh customer, tetapi “ditalangi” oleh pemprov DKI serta customer melunasinya dalam angsurannya. Akan tetapi, untuk memperoleh sarana ini, customer mesti penuhi kriteria tersebut :
Warga DKI Jakarta.
Credit untuk tempat tinggal pertama, serta dipakai jadi tempat tinggal.
Tunjukkan kalau sepanjang 6 bln. paling akhir, dia sudah menabung sebesar Rp. 2, 3 juta tiap-tiap bulannya di Bank DKI. Hal semacam ini untuk menunjukkan kalau customer dapat membayar angsuran, juga sebesar Rp. 2, 3 juta saat ikuti program.
Untuk kelompok berpendapatan tetaplah menyertakan bukti pendapatan, serta untuk kelompok berpendapatan tidak tetaplah menyertakan info pendapatan yang di tandatangani lurah.
Apabila lolos penilaian, customer mencicil sebesar Rp 2. 3 juta, sepanjang 20 th. (anggapan bunga bank 5% untuk FLPP).
Catatan : Skenario diatas cuma contoh, bagaimana apabila pendapatan seorang kurang dari Rp. 7 juta? Terdapat banyak skema yang disiapkan untuk meyakinkan warga dapat mempunyai tempat tinggal dengan angsuran lebih murah, seperti :

Skema sewa-beli dalam periode panjang (30 th. atau lebih),
Meyakinkan nilai property yang terjangkau,
Subsidi selisih bunga, dimana Pemprov DKI memberi bantuan subsidi bunga,
Subsidi Uang Muka (tidak cuma ditalangi, tetapi disubsidi pemprov DKI),
Masa tenor (lama angsuran) yang diperpanjang, bukan sekedar 20 th..
Saksikan contoh ke-2 tersebut, dengan skenario mengombinasikan DP 0 (dengan subsidi DP), bunga 0 (dengan Subsidi Selisih Bunga) di th. pertama, serta angsuran murah hingga th. ke-3 tiga sejumlah Rp. 900. 000,-.

Lantas siapa saja yang bisa mendapatkan program DP 0 rupiah ini? berikut adalah syarat mengajukan program DP 0 rupiah, sebagai berikut:

Warga DKI Jakarta (dibuktikan dengan KTP).
Warga dengan pendapatan keseluruhan rumah tangga hingga sekitaran Rp. 7 juta/bln.

Belum mempunyai rumah sendiri.
Warga yang termasuk juga beberapa pekerja informal
Diutamakan pada warga DKI yang sudah tinggal 5 tahun
Tunjukkan kalau sepanjang 6 bln. paling akhir, dia sudah menabung sebesar Rp. 2, 3 juta tiap-tiap bulannya di            Bank DKI. Hal semacam ini untuk menunjukkan kalau customer dapat membayar angsuran, juga sebesar Rp.     2,3      juta saat ikuti program.

Untuk kelompok berpendapatan tetaplah menyertakan bukti pendapatan, serta untuk kelompok berpendapatan        tidak tetaplah menyertakan info pendapatan yang di tandatangani lurah.

Program ini akan direalisasikan oleh Anis-Sandi di tahun 2018, semoga aja cepat terlaksana impian warga DKI untuk punya rumah sendiri. Semoga.

Penulis AA Norzam adalah Content Writer di www.rumah2in1.com; dapat dihubungi via email di norzam.rumah2in1@gmail.com

sumber: http://jakartamajubersama.com/program-hunian-terjangkau-dan-dp-nol-rupiah

 

Tinggalkan Balasan