Hasil Pencarian Anda

PROFESI BROKER MAKIN LUAS BERKAT PERMENDAG : 51/M-DAG/PER/7/2017

Posted by aanorzam on Oktober 19, 2017
| 0

www.rumah2in1.com – Jika dahulu kita mengenal broker hanya bertugas dalam proses jual beli properti dan sewa menyewa saja. Tapi kini dengan keluarnya Permendag Nomor : 51/M-DAG/PER/7/2017 keberadaan profesi broker makin di perhitungkan. Karena jangkauan yang di lakukan oleh broker makin jelas tidak sekedar jual beli dan sewa menyewa properti saja.

Ibaratnya, jika sebelumnya posisi broker masih dianggap sebelah mata oleh bisnis lain. Kini dengan adanya Permendag yang baru, rasanya profesi ini akan menjadi lebih dipertimbangkan oleh pelaku dalam bisnis properti khususnya dan industri lain pada umumnya. Karena dalam Permendag tersebut khususnya pada Pasal : 6 Kegiatan Usaha P4 (Perusahaan Perantara Perdagangan Properti) disebutkan secara gamblang bahwa : A. Jasa Jual beli properti B. Jasa sewa menyewa properti C. Jasa penelitian dan pengkajian properti D. Jasa pemasaran properti E. Jasa konsultasi dan penyebaran informasi properti.

Dengan  kebijakan dari pemerintah ini pada akhirnya memang mengandung satu komitmen dan konsekuensi dari diri seorang broker bahwa saat ini sudah saatnya seorang broker mesti bersikap profesional. Karena tidak bisa lagi broker menganggap dirinya sebagai profesi yang setengah-setengah. Ketika sudah menjadi broker maka komitmen itu harus di pegang, karena ada beberapa hal yang mesti dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh seorang broker sesuai dengan pasal 23.

Bunyi dari Pasal 23 itu adalah : Setiap P4 wajib mencantumkan nomor SIU-P4 di tempat yang mudah terlihat pada lokasi usaha dan pada setiap kegiatan publikasi, baik pada media cetak, media elektronik, maupun media lainnya. Jika perusahaan melanggar ketentuan ini, maka kantor yang bersangkutan akan terkena sanksi dari Pemerintah.  Apa relevansi dari kondisi tersebut, jelas hal ini akan berdampak positif bagi kedua belah pihak. Disatu sisi bagi pemberi tugas bisa pengembang, pemilik properti dan lainnya. Mereka akan aman karena bekerjasama dengan broker yang profesional. Bukan hanya itu, mereka juga mempunyai legalitas yang jelas.

Sedangkan bagi brokernya sendiri, mereka akan merasa aman dan nyaman, karena klien bisa menghargai profesi tersebut sesuai dengan apa yang dijelaskan dalam Permendag tersebut. Seperti yang tercantum dalam  Pasal : 12 ayat (2) Dalam hal P4 melaksanakan jasa jual beli sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf a, P4 berhak menerima komisi yang besarnya paling sedikit 2% (dua persen) – 5% (lima persen) dari nilai transaksi. (3) Dalam hal P4 melaksanakan jasa sewa-menyewa Properti sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf b, P4 berhak menerima komisi dari Pengguna Jasa paling sedikit 5% (lima persen) – 8% (delapan persen) dari nilai transaksi.

Dari apa yang terdapat dalam Permendag : 51/M-DAG/PER/7/2017 pada akhirnya jelas, bahwa  saat ini Pemerintah khususnya Kementerian Perdagangan concern terhadap profesi broker.  Tidak saja dalam hal memberikan kepastian yang menyangkut perhitungan komisi. Dalam hal pengawasan dan kelangsungan usaha broker pun pemerintah cukup peduli. Seperti misalnya penjelasan yang memmberikan informasi bahwa broker asing atau perusahaan kantor broker asing tidak bisa bekerja di Indonesia kecuali mereka bekerjasama atau berkolaborasi dengan broker atau kantor broker local. Hal itu sesuai dengan Pasal.1 Ayat :7 Surat Izin Usaha Perusahaan Perantara Perdagangan Properti yang selanjutnya disebut SIU-P4 adalah surat izin untuk melaksanakan kegiatan perantaraan perdagangan properti. Artinya apa, bahwa dimanapun kantor broker beroperasi selama masih ada di wilayah Indonesia, maka wajib memiliki SIU-P4.”

Sedangkan beberapa hal yang tidak boleh dilakukan oleh broker dalam bekerja adalah seperti dalam Pasal  13 : bahwa ada 3 hal yang tidak boleh dilanggar oleh kantor broker atau broker seperti : a. memberikan data atau informasi secara tidak benar, atau tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya;b. menawarkan, mempromosikan, mengiklankan, memberikan janji atau jaminan yang belum pasti, atau membuat pernyataan yang menyesatkan; dan/ atau c. melakukan praktik persaingan usaha yang tidak sehat.

Itulah sebuah konsekuensi dari sikap profesionalisme yang mesti dijalankan dalam bisnis broker di Indonesia. Karena apapun kondisinya, yang jelas dengan adanya Permendag yang baru ini jelas memberikan perlindungan para broker dan kantor broker tidak saja dari praktek  illegal para kantor broker dalam dan luar negeri. Juga melindungi dari siapapun yang mencoba berlaku tidak adil dalam prakteknya bekerjasama dengan kantor broker dan  broker di Indonesia.

Penulis Achmad S adalah Content Writer di Rumah2in1.com. Bisa dihubungi via email: achmad.rumah2in1@gmail.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan