Hasil Pencarian Anda

57 Rumah Rusak di NTB Diamuk Angin Puting Beliung

Posted by aanorzam on Oktober 18, 2017
| 0

Rumah2in1.com – Angin kencang yang menempa beberapa lokasi di Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebabkan rusaknya beberapa puluh tempat tinggal warga. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat, Najib menyebutkan, sekurang-kurangnya 57 rumah di Desa Bugbug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, alami rusaknya karena terjangan angin puting beliung pada Selasa (17/10).

Dari 57 rumah yang rusak, 22 rumah salah satunya rusak berat, 39 rusak ringan, serta 3 rumah rusak ringan, ” tutur Najib, Selasa (17/10) malam. Najib mengemukakan jumlah ini masih tetap data sesaat yang dikumpulkan tim BPBD Lombok Barat. Disamping itu, angin kencang juga berlangsung di Desa Sangari, Kecamatan Dongg, Kabupaten Bima pada Selasa (17/10) sekitaran jam 16. 40 Wita.

” Bencana angin puting beliung menyebabkan beberapa tempat tinggal warga serta bangunan sekolah SMA 2 Donggo alami rusaknya, ” ujarKepala BPBD Kabupaten Bima Taufik. Taufik menerangkan, ada lima tempat tinggal warga di Dusun Ngari yang alami rusaknya, baik yang rusak kronis ataupun rusak ringan. Sedang di Dusun Mbawa, angin puting beliung mengakibatkan kerusakan sepuluh tempat tinggal warga serta satu sekolah yaitu SMA 2 Donggo.

Sementara itu di Indramayu, Angin kencang masih tetap menempa perairan Indramayu. Keadaan itu buat nasib nelayan kecil jadi tersungkur. Berdasar pada pantauan Republika di muara Desa Karangsong, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Selasa (17/10), perahu kecil punya nelayan cuma ditambatkan demikian saja di tepi muara. Beberapa nelayan tampak isi waktu luang dengan melakukan perbaikan jaring ataupun perahu mereka.

Salah seseorang nelayan setempat, Wadirin, mengaku, angin kencang yang menyebabkan tingginya gelombang di laut sesungguhnya sudah berlangsung mulai sejak lebih dari dua bln. paling akhir. Tetapi, di masa pancaroba (peralihan) dari musim kemarau ke musim penghujan seperti saat ini, keadaan cuaca susah untuk diperkirakan.

” Telah dua minggu ini saya tidak melaut, ” kata Wadirin. Wadirin menyebutkan, cemas alami kecelakaan karena terjangan angin kencang serta gelombang tinggi bila memaksakan diri untuk melaut. Karenanya, dia pilih untuk beristirahat sesaat saat menanti cuaca lebih baik. Wadirin menerangkan, dalam keadaan begini, ikan di perairan juga susah untuk di tangkap. Mengakibatkan, modal yang sudah di keluarkan tidak seimbang dengan hasil tangkapan yang dibawa pulang.

” Waktu angin kencang, jaring sulit untuk ditebar, ” jelas Wadirin. Hal seirama disibakkan nelayan yang lain, Otong. Dia juga mengakui sekarang ini tertpaksa berpindah profesi karna tidak dapat melaut. ” Ya kerja serabutan, yang perlu tetaplah dapat kasih makan untuk keluarga, ” papar Otong.

Terpisah, Ketua DPD Himpunan Nelayan Semua Indonesia (HNSI) Kabupaten Indramayu, Dedi Aryanto, mengaku, sekarang ini nelayan kecil semakin banyak yg tidak melaut dibanding yang tetaplah melaut. ” Cuaca belum juga stabil. Nelayan susah memperoleh ikan, ” papar Dedi.

Disamping itu, Sekjen Serikat Nelayan Indonesia (SNI), Budi Laksana, juga mengaku kencangnya tiupan angin serta tingginya gelombang di laut. Keadaan itu mengakibatkan beberapa besar nelayan Indramayu berhenti melaut. ” Namun tetaplah ada yang memaksakan diri untuk melaut karna tidak mempunyai alternatif lain, ” jelas Budi.

Budi mengatakan, nelayan yang tetaplah melaut waktu inipun tidak peroleh hasil tangkapan yang maksimum. Dalam keadaan normal, dalam satu hari beberapa nelayan dapat menyebar jaring sejumlah lima kali. Tetapi sekarang ini, dapat terlepas jaring sejumlah tiga barangkali telah bagus. ” Pendapatan nelayan turun sampai 40 %, ” tandas Budi.

Penulis adalah Aa Norzam merupakan Content Writer Tetap di rumah2in1.com; dapat dihubungi via email: norzam.rumah2in1@gmail.com

Sumber Berita ini kami kutip dari Republika.co.ic; http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/17/10/17/nasional/daerah/17/10/17/nasional/daerah/17/10/17/nasional/daerah/17/10/17/oxz345284-angin-kencang-rusak-57-rumah-di-ntb

Sumber gambar: Republika.co.id dan Kompas.com

Tinggalkan Balasan