Hasil Pencarian Anda

POTENSI BISNIS PROFESI BROKER MAKIN LUAS, SAATNYA MENJADI BROKER PROFESIONAL

www.rumah2in1.com – Siapapun kita saat ini, ketika profesi broker sudah menjadi pilihan profesi kita agaknya kita mesti bersyukur. Bukan lantaran pemerintah menetapkan komisi yang lebih baik dengan adanya Permendag nomor : 51/M-DAG/PER/7/2017. Tapi lebih dari itu, lingkup pekerjaan yang bisa di lakukan oleh seorang brokerpun menjadi lebih luas dari sebelumnya.

Bisa dikatakan, saat ini dan kedepan, orang akan dengan bangganya mengatakan bahwa profesi saya adalah seorang broker. Kenapa, karena saat ini broker  bisa dikatakan bukan hanya semata sebagai profesi turunan dari bisnis properti.  Tapi lebih dari itu, sejatinya profesi broker sudah masuk menjadi salah satu profesi yang bisa diandalkan dari keseluruhan bisnis yang ada di sektor properti.

Jika dahulu orang hanya tahu pekerjaan yang biasanya di lakukan oleh broker hanya berkutat di bidang jual beli dan sewa menyewa properti. Tapi kini, dibawah koordinasi Kementerian Perdagangan, jangkauan yang bisa dilakukan dengan profesi broker cukup beragam. Dari mulai jual beli properti, sewa menyewa properti, penelitian dan pengkajian properti, pemasaran properti dan konsultasi dan penyebaran informasi properti.

Dari uraian yang telah di tetapkan oleh pemerintah, pada akhirnya kita bisa menyimpulkan bahwa saat ini broker bisa dikatakan sebagai konsultan properti profesional. Dimana kondisi ini sedikit banyak memberikan keuntungan bagi profesi broker di saat kondisi bisnis properti saat ini sedang menuju masa peningkatan. Konsekuensinya adalah, bahwa saat ini dan kedepan, orang tidak akan lagi meremehkan dan menganggap broker sebagai sebuah profesi yang mudah atau “ sepele”. Dahulu pada saat bisnis properti sedang berkembang, orang dengan mudahnya menganggap dirinya  sebagai broker. Padahal sebuah profesi dijakankan mesti dengan profesionalisme yang benar.

Itulah sebabnya, pemerintah merasa perlu melakukan pembenahan dalam system kerja yang dilakukan oleh para broker baik yang sifatnya perorangan ataupun kantor broker properti. Seperti masalah tenaga ahli. Dalam Pasal 4 Permendag Nomor : 51/M-DAG/PER/7/2017  dijelaskan bahwa P4 wajib memiliki paling sedikit  2(dua) orang  tenaga ahli. Dimana untuk kantor cabang P4 wajib memiliki paling sedikit 1(satu) orang tenaga ahli.

Lantas, mungkin yang jadi pertanyaan adalah bagaimana jika tenaga ahli yang bersertifkat mereka tidak bersikap profesional. Artinya dengan kemampuan yang ada mereka bekerja tidak dalam satu kantor broker properti. Untuk disisi yang satu ini, pemerintah pun sudah melakukan beberapa penegasan. Seperti yang tercantum dalam Pasal 28.  Penjelasannya adalah bahwa tenaga ahli yang melanggar ketentuan akan dikenakan sanksi adminitratif berupa rekomendasi pencabutan  Sertifikat Kompetensi Perantara Perdagangan Properti. Lebih jauh nya adalah bahwa surat rekomendasi tersebut  akan disampaikan kepada Penerbit Sertifikat Kompetensi dan di tembuskan kepada P4 dan /atau Kantor Cabang P4.

Itulah kondisi saat ini yang terjadi pada bisnis broker properti. Besarnya potensi bisnis yang bisa di garap oleh seorang broker pada akhirnya memang mesti diimbangi dengan pengembangan wawasan, kemampuan dan profesionalisme yang mesti menjadi satu paket dengan profesi sebagai seorang broker. Tanpa adanya itu semua, maka bisa dikatakan broker yang bersangkutan tidak akan mampu bekerja secara profesional.

Artinya apa, ketika seorang broker tidak mampu bekerja secara profesional,  jangan berharap  dirinya mampu meraih begitu banyak kesempatan yang ada di depan matanya. Oleh  karena itu, kinilah saatnya bertindak dan berlaku sebagai seorang broker profesional, karena saat ini adalah zamannya broker profesional. Kembangkan diri anda, maka besarnya peluang sudah pasti akan menjadi kesempatan anda mendapatkan keutungan yang besar pula.

Penulis Achmad S adalah Conten Writer di Rumah2in1.com . dapat dihubungi via email: achmad.rumah2in1@gmail.com)

Tinggalkan Balasan