Hasil Pencarian Anda

Apa itu Prospecting dan Listing dalam Dunia Keagenan Properti

Posted by aanorzam on Oktober 6, 2017
| 0

Rumah2in1.com – Dalam dunia marketing bisnis apapun kita tentunya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya prospecting, tapi untuk istilah listing saya kira hanya ada didunia keagenan properti. Berikut ini kita bahas apa itu pengertian prospecting dan listing.

Pengertian Prospecting. Untuk mengetahui apa itu pengrtian Propecting, kita telusuri pengertian prospecting menurut bahasa Inggris adalah to prospect artinya: usaha untuk mendapatkan peluang atau kemungkinan. Dalam dunia keagenan properti, prospecting artinya: peluang untuk mendapatkan properti atau rumah yang akan dipercayakan klien kepada kita untuk dijual, beli atau disewakan. Prospecting bisa ditujukan baik kepada Buter maupun kepada vendor atau pemilik properti.

Sedang pengertian Listing dalam bahasa Inggris, to list artinya: mendaftarkan atau mencatatkan. Sedang dalam dunia keagenan properti Listing artinya: mendapatkan komitmen resmi (kesepakatan tertulis) dari vendor atau pemilik properti untuk menjual atau menyewakan properti atau rumahnya kepada kita sebagai agen atau broker. Listing dikhususkan kepada vendor, karena hanya vendorlah yang akan memberikan perjanjian tertulis kepad kita untuk menyatakan komitmennya menjual propertinya melalui kita. Sementara itu dalam bahasa keagenan; buyer atau pembeli itu tidak bisa dilisting. Buyer lebih setia kepada kepentingannya atau kebutuhannya. Jadi sebuah properti atau rumah bisa kita sebut menjadi “listing” kita kalau memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
– Vendor, owner atau pemilik properti memberikan surat kuasa jual atau perjanjian pemasaran properti atau yang disingkat dengan P3     kepada agen properti baik secara personal maupun sebagai keagenan properti.
– Dalam surat perjanjian tersebut tercantum data-data dan fasilitas properti tersebut, berikut harga penawaran (offering price) dan harga       akhir atau harga “mati” (bottom price).
– Dalam surat perjanjian tersebut juga dicantumkan success fee atau komisi yang harus diberikan kepda agen properti kalau properti            tersebut laku terjual. Ketentuan dari Arebi (Asosiasi Real Estate Broker Indonesia) ketentuan fee agen properti adalah 3% dari harga jual    dan 5% dari harga sewa. Sedang menurut peraturan Menteri Perdagangan, komisi atau success fee terendah adalah 2% dari harga jual      dan 5% dari harga sewa.
– Batas waktu memasarkan biasanya adalah 1-3 bulan dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan .
– Listing dinyatakan syah, apabila P3 diketahui, disetujui dan ditandatangani Principal, Office Manager atau pimpinan kantor yang telah         ditunjuk kantor agen properti seperti Rumah2in1.com.

Adapun isi dari Perjanjian Pemasaran Properti (P3) antara lain memuat:

  • Para Pihak yang terlibat, pihak ke 1 adalah Vendor, Owner atau pemilik properti dan pihak ke-2 adalah Agen Properti
  • Katagori listing, yaitu jenis properti Primari atau rumah baru dan Secondary atau rumah lama
  • Jenis Transaksi: Jual, Sewa atau Judal dan Sewa
  • Jenis Listing: Open, Exclusive atau Sole agent atau seperti jenis listing seperti dibawah ini.
  • Besarnya komisi
  • Jangka waktu perjanjian memasarkan
  • Jenis Properti: Rumah, Ruko, Toko, Kios, Mall, Vila, Kavling, Gedung, Condotel, Apartement, Tanah, Gudang, Kantor, Rumah Kost, Pabrik, Hotel, Resto dan lain-lain properti.
  • Alamat properti
  • Data properti, seperti luas tanah, luas bangunan, bentuk tanah, lokasi tanah, hadap, jumlah lantai, usia bangunan, kondisi furniture
  • Fasilitas properti yang ada, seperti Listrik, telpon, AC, furnished atau unfurnished, TV Cable, jaringan internet atau wifi dan water heather.
  • Info harga/sewa, terdiri harga jual, harga jual terendah dan harga nett
  • Dokumen kepemilikan: SHM, HGB, Hak Pakai, IMB, PBB dan lainnya.
  • Dokumen pendukung: foto properti, window display, arrow sign, papan tanda, daftar furniture, fc KTP, fc IMB, fc sertifikat, fc PBB dan dokumen lain-lain.
  • Keterangan ruang seperti jumlah kamar madi, kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, dapur, garasi atau carport dan lain-lain
  • Contact person, nama, alamat dan no telpon atau hp contact person yang bisa dihubungi sewaktu-waktu.

Sedang macam-macam atau jenis Listing ada 5 jenis, yaitu:

  1. Exclusive Listing,
  2. Open Listing,
  3. Co-Broking Listing,
  4. MoU (Memorandum of Understanding) dan
  5. Shadow Listing

penjelasan lengkapnya masing-masing jenis listing akan disampaikan diartikel berikutnya.Demikian pengertian prospecting dan listing dalam dunia keagenan properti secara umum.

Penulis AA Norzam adalah Content Writer di Rumah2in1.com; dapat dihubungi via email: norzam.rumah2in1@gmail.com

Tinggalkan Balasan