Hasil Pencarian Anda

Potensi Bisnis Properti di Kota Palembang “ Bertumpu “ Pada Rumah Dibawah Rp150 Juta.

Posted by aanorzam on Agustus 30, 2017
| 0

www.rumah2in1.com. Sekalipun masih memiliki pangsa pasar yang baik, nyatanya bisnis perumahan di Kota Palembang kurang bisa bergerak sesuai potensi pasar yang ada. Dimana saat ini, justru kisaran harga rumah dibawah Rp150 juta adalah harga kisaran unit rumah yang masih memiliki pembeli potensial.

Saat ini, sejatinya kita melihat Kota Palembang adalah sebuah kota dari Propinsi Sumatera Selatan yang lokasinya terbagi menjadi dua bagian. Satu bagian masuk wilayah Ilir Barat I & II serta wilayah yang masuk dalam kawasan Sebrang Hulu I & II. Dari kedua wilayah tersebut, memang terjadi “ ketimpangan “ yang bisa dikatakan cukup terlihat. JIka wilayah Ilir Barat I & II termasuk daerah yang cukup potensial dalam pengembangan bisnis properti. Justru hal itu berbanding terbalik dengan apa yang terjadi pada Sebrang Ulu I & II.

Perbedaan itu bisa kita lihat dari beberapa contoh berikut. Jika di Jalan Basuki Rahmat atau Jalan R Sukamto menurut data yang dihimpun oleh Muhammad Ridwan,Independent Properti Agent dari Palembang. Harga lahan di kedua jalan tersebut sudah menembus angka Rp15juta/m2. Menjadi dilematis memang ketika harga lahan yang tercipta adalah berada di kisaran angka Rp15juta/m2. Sementara saat ini kondisi bisnis perumahan di Kota Palembang adalah rumah-rumah yang berada di kisaran harga dibawah Rp150 juta per unit. Maka yang terjadi adalah, pengembang dihadapkan pada satu kondisi membangun unit perumahan dengan kisaran harga yang cukup tinggi atau justru menunggu waktu yang pas untuk kembali membangun perumahan ketika kondisi bisnis disektor properti mulai stabil.

Setidaknya, hingga memasuki semester II-2017, kisaran harga rumah di level Rp150-300 juta per unit, masih sulit untuk dipasarkan. Sementara justru peminat lebih tertarik untuk membeli rumah di level harga Rp150 juta. Selain karena harganya masih terjangkau, kebanyakan mereka yang membeli rumah di level harga dibawah Rp150 juta adalah mereka yang secara kepemilikan memang belum memiliki rumah.

Sementara dengan kisaran harga tanah yang berada di angka Rp15 juta/m2 maka cara terbaik bagi pelaku bisnis properti adalah membangun rumah bertingkat ( seperti apartemen kelas menengah bawah), atau membangu apa yang biasa di sebut dengan istilah Townhouse. HIngga kini, setidaknya ada dua skema yang banyak dijalankan oleh pengembang yang ada di Kota Palembang. Skema pertama tetap membangun rumah di lokasi tersebut, dengan kisaran luas lahan yang berada di tipe 36/72 atau 36/76 maka satu unit rumah dijual dengan harga Rp350 jutaan. Sedangkan cara kedua adalah dengan membangun apa yang biasa di sebut sebagai Townhouse.

Menurut Wandi, Keller William All Properti, sebenarnya potensi bisnis hunian vertical kondisinya cukup baik. Namun karena adanya satu dan lain hal yang bermula dari tidak konsistennya PT. Orchid Residence Indonesia selaku pengembang dari Apartemen Orchid maka pasar apartemen menjadi terganggu. Hal itu disiasati pelaku bisnis dengan membangun hunian sekelas Townhouse. Dengan tipe 2-2,5 lantai dengan ukuran 90-150m2, satu unit Townhouse dijual dengan harga Rp700-1,9Miliar.

Dengan kisaran harga Townhouse tersebut, maka pengembang masih bisa mendapatkan keuntunga dibanding harus bertahan tanpa melakukan tindakan apapun sambil menunggu kondisi membaik. Sedangkan untuk prospek bisnis apartemen, agaknya masih agak sulit untuk dikembangkan mengingat secara psykologis konsumen apartemen di Kota Palembang masih trauma dengan beberapa kejadian menyangkut tidak konsistensi pengembang apartemen terhadap jadual dan progress pembangunan yang pada akhirnya justru banyak merugikan konsumen.

Penulis: Achmad S. adalah Content Writer di Rumah2in1.com, bila ingin kontak dengan penulis bisa hubungi di: achmad.rumah2in1@gmail.com

Tinggalkan Balasan