Hasil Pencarian Anda

Aktif Income VS Pasive Income

Posted by aanorzam on Agustus 29, 2017
| 0

Rumah2in1.com. Dalam bukunya Rich Dad, Poor Dad dan Cashflow Quadrant, Robert T.Kiyosaki membagi pengasilan orang dibagi 4 kuadran yang dibagi dalam 2 kuadran, yaitu kuadran kiri dan kuadran kanan.

Kuadran kiri disebut kuadran aktive income yang diajarkan oleh Ayah yang miskin, bahwa untuk mendapat uang atau penghasilan orang harus menukarkan waktu dan tenaganya untuk sejumlah uang atau penghasilan.
Kuadran kiri terdiri dari:
E = Employer (pekerja/karyawan/pegawai baik sebagai PNS atau karyawan swasta)
bahwa orang untuk mendapatkan penghasilan atau uang harus bekerja menukarkan waktu, tenaga dan pikirannya dengan bekerja untuk dan atas perintah orang lain.
S = Self employer atau pemilik usaha sendiri atau profesi.
yaitu orang untuk mendapatkan penghasilan atau uang bekerja bekerja untuk diri sendiri dan tidak diperintah orang lain dengan waktu dia sendiri yang mengatur, tapi tetap saja dia harus bekerja karena kalau tidak bekerja tidak dapat penghasilan atau uang. contohnya seperti artis, penyanyi, dokter.

Sedang kuadaran kanan yang diajarkan oleh Ayah yang kaya, disebut kuadran pasive income atau uang bekerja untuk kita tanpa harus kita berada ditempat pekerjaanya. Untuk bisa mendapat pasive income dapat melalui:
B = Business, orang harus membangun usaha dan menciptakan sistem bisnis agar bisnisnya tetap bisa berjalan dan bisa dilakukan oleh orang lain atau tim pekerjanya tanpa harus ada atau tidak yang pemilik bisnis ditempat.
I = I- Investor. Menjadi investor, dengan menanamkan sejumlah dana pada instrumen investasi seperti saham, obligasi, deposito dan punya rumah kost atau properti lainnya. Sehingga uang yang bekerja untuk para investor pemilik modal.

Sekarang anda sudah mulai mengerti di kuadran mana Anda berada serta sudah tahu arah kuadran yang akan dituju, dan sekarang mulai proses mendekati kuadran kanan yaitu uang yang bekerja untuk Anda. Pertanyaannya bagaimana Punya bisnis yang bersistem, tetapi kita tidak bisa atau tidak mampu membuat sistemnya? Jawabnya bisa. Anda bisa mengikuti bisnis yang sudah ada sistemnya yang sudah teruji contohnya membeli francise Mc Donald. Atau anda juga bisa mengikuti atau menjalankan bisnis yang sudah punya sistem affiliasinya, contohnya seperti jadi membership www.rumah2in1.com, kita tinggal ikuti sistemnya share link affiliatenya ke social media seperti facebook, twitter, google+ dan pintheres atau bagikan ke social chat seperti whatsapps. Begitu orang atau prospek yang meng-klik link affiliate yang anda bagikan dan bergabung di bisnis rumah2in1.com secara otomatis orang/prospek tersebut masuk ke jaringan bisnis anda, dari sinilah anda mendapat penhasilan berupa bonus affilasi. Begitu kira-kira gambaran bisnis affiliasi, mudah kan?! Tujuan akhir berada di kuadrant kanan adalah untuk bisa financial freedom, bisa bebas uang dan bebas waktu; bisnis bisa tetap jalan dan menghasilkan uang tanpa harus ada kehadiran kita.

Penulis: Aa Norzam adalah Content Writer tetap di www.rumah2in1.com, bila ingin menghubungi bisa diemail: norzam.rumah2in1@gmail.com

Tinggalkan Balasan