Hasil Pencarian Anda

Kawasan Bisnis Jakabaring, Potensinya Menunggu Consern Pemerintah Daerah Palembang

Posted by aanorzam on Agustus 28, 2017
| 0

www.rumah2in1.com. Sekalipun angka pertumbuhan ekonominya 5,03% ditahun 2016, diatas angka pertumbuhan nasional yang hanya berkisar diangka 4,9%. Namun sayangnya Kota Palembang belum mampu menjadikan pertumbuah ekonomi yang baik sebagai trigger pertumbuhan bisnis properti di Kota Palembang.

“ Ekonomi Kota Palembang memang hingga saat ini masih tergantung dari perkembangan bisnis di sektor komoditi,” kata Muhammad Ridwan, Independent Properti Agent dari Palembang, Kondisi itu, memang secara nyata turut menjadi dasar kenapa hingga memasuki Semester II – 2017, kondisi bisnis properti terasa seperti jalan ditempat.

Jika ditahun 2016 angka pertumbuhan ekonomi cukup tinggi, hal itu lantaran harga komoditi dari sektor unggulan yang ada di Sumatera Selatan seperti batubara berada pada angka yang cukup tinggi. Namun membaiknya tingkat harga pada sektor komoditi batubara, tidak serta merta mampu mendongkrak angka pertumbuhan di sektor properti. Justru kondisi kurang bagusnya bisnis properti di Kota Palembang tambah Muh. Ridwan terjadi dari tahun 2014-2017.

Agak kontradiktif memang dengan apa yang terjadi. Ketika pertumbuhan ekonomi melebihi angka pertumbuhan ekonomi nasional, justru bisnis properti tidak mengalami pergerakan yang signifikant. Melihat kondisi seperti ini, Wandi Keller William All Properti punya pendapat sendiri, “ Saat ini bisa di katakan Kota Palembang mengalami over supply akibat pembangunan properti yang kurang terkendali pada saat booming properti tahun 2012-2013. Pada saat itu, semua hal mendukung terjadinya pertumbuhan di sektor properti, pada saat itu kondisi bisnis sektoral cukup menguntungkan. Dimana pelaku bisnis tergerak untuk mencari keuntungan dengan mengembangkan bisnis properti walau tanpa pengetahuan yang layak. Tidak saja pelaku bisnis dari kalangan pengusaha perkebunan, dari kalangan pebisnis lainpun seakan berlomba membangun unit-unit properti untu mereka jual atau sewakan tanpa memperhatikan apakah kondisi itu bisa merusak pasar atau tidak.

Jadi ketika saat ini terjadi kondisi properti yang stagnan, Wandi menambahkan bahwa untuk memulihkan kondisi Kota Palembang dalam bisnis properti dibutuhkan waktu sekitar 2-3 tahun lagi untuk mengembalikan kondisi stabil artinya persediaan dan permintaan berada pada level yang sama.

Jika pilihannya adalah menunggu waktu yang tepat untuk kembali melihat geliat bisnis properti, maka jawabannya adalah tunggu waktu yang pas sekitar 2-3 tahun kedepan. Namun lanjut Wandi, jika pilihannya adalah mencoba mencari solusi lain maka pilihan pengembangan kawasan Jakabaring adalah solusi terbaik dibanding harus menunggu selama 2-3 tahun tanpa harus melakukan tindakan yang nyata.

Lokasi Jakabaring, jika kita melihat posisi secara geografis yang ada di Kota Palembang, maka lokasi ini berada pada Sebrang Ulu I & II. Dimana secara potensial bisnis, wilayah ini kurang menarik sebagai sebuah lokasi bisnis properti. Orang hanya tahu Jakabaring adalah lokasi tempat penyelenggaraan event-event bertaraf nasional dan internasional. Namun kondisi itu secara nyata belum bisa meningkatkan potensi bisnis yang ada di lokasi tersebut. Itulah sebabnya, Wandi memberikan masukannya, ada baiknya Pemerintah Daerah segera memindahkan kantor-kantor Pemerintah Daerah ke lokasi Jakabaring. Selain dengan cara tersebut akan memudahkan pihak Pemda dalam menata ulang lokasi perkantoran yang ada di Jakabaring sebagai lokasi utama Pemerintah Daerah Kota Palembang. Disisi lain, kondisi itu secara signifikant akan memberi dampak positf bagi perkembangan lokasi Jakabaring secara keseluruan. Kenapa, karena dengan beroperasinya kantor-kantor Pemda di kawasan tersebut, secara langsung akan menumbuhkan ekonomoi-ekonomi baru yang menjadi cikal bakal pertumbuhan bisnis properti didaerah tersebut.

Pada akhirnya baik Wandi ataupun Muhammad Ridwan sepakat, jika saat ini Kota Palembang hanya bertumpu pada bisnis sektoral seperti batubara sebagai penunjang pergerakan bisnisnya. Maka kedepan, perlu adanya terobosan dari Pemda bekerjasama dengan swasta dalam melakukan pembenahan ekonomi yang ada guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan bisnis properti secara bersamaan.

Achmad S adalah Content Writer di Rumah2in1.com, bila ingin berhubunga dengan penulis hubungi di: achmad.rumah2in1@gmail.com

Tinggalkan Balasan