Hasil Pencarian Anda

8 BUMN BERSINERGI DALAM PENGEMBANGAN PROPERTI BERKONSEP T.O.D

www.rumah2in1.com; Sampai kapanpun yang namanya hunian tidak akan pernah sepi dari peminat. Ada dua hal yang mendasari kenapa sektor hunian akan terus diburu oleh pelaku properti, pertama hunian ( rumah ) adalah kebutuhan dasar dan kedua setiap tahun kebutuhan akan rumah selalu meningkat. Oleh karena itu, melihat keterbatasan lahan dan lokasi yang strategis dalam pengembangan hunian, maka saat ini muncul satu konsep pengembangan yang di namakan TOD ( Transit Oriented Development).

Menurut James Taylor dari Head of Research Indonesia, JonesLang Lasalle. Setidaknya 5 hal yang menjadi dasar investor/konsumen masih akan terus mencari unit rumah di sebuah kawasan skala kota ( Township) : Memiliki 2-3 kamar, dibangun oleh pengembang yang sudah pengalaman, sudah pasti memiliki fasilitas yang memadai, karena berada di sekitar Jakarta maka kisaran harganya masih di bawah Rp2 Miliar dan yang paling penting adalah lokasinya berada dekat dengan akses transportasi.

Wajar jika pada akhirnya demi memenuhi kondisi itulah, pemerintah bersama 8 BUMN membuat satu program yang saat ini begitu terkenal dengan sebutan TOD ( Transit Oriented Development ). Ke-8 perusahaan itu adalah PT Kereta Api Indonesia, PT Wijaya Karya Tbk., PT Hutama Karya Tbk., PT Waskita Karya Tbk., PT Adhi Karya Tbk., PT Jasamarga Tbk., PT PP Tbk., dan Perum Perumnas.

Hingga memasuki tahun 2017, setidaknya kita bisa melihat beberapa kawasan perumahan yang telah berdiri dengan konsep Kota Mandirinya. Sekalipun memang sebagian besar dari pendirian Kota Mandiri tersebut berasal dari kalangan pengembang besar seperti misalnya : BSD City oleh Sinarmas Land, Sumarrecon Serpong dan Bekasi oleh Summarecon Agung, Kota Wisata oleh Sinarmas Land, Kota Harapan Indah oleh Damai Putra Group, Lippo Karawaci, Cikarang oleh Lippo Group, Perumahan Citra dari mulai Citra Raya, Citra Indah, oleh Ciputra Group hingga Kawasan Jababeka oleh Jababeka Group.

Jika di amati lebih jauh, kenapa pada akhirnya perumahan dengan skala kota menjadi menarik dan diminati oleh masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari sarana dan prasarana yang ada di dalam lingkup kawasan tersebut yang secara langsung atau tidak pada akhirnya menjadi satu daya tarik bagi penghuni yang ada di dalamnya. Mengingat dengan adanya Kota Mandiri tersebut, kemacetan atau percepatan pertunbuhan penduduk yang sebelumnya terkonsentrasi di beberapa wilayah saja, kini bisa dikatakan cukup merata dengan menyebar di beberapa Kota Mandiri yang ada di seputar Jakarta.

Sama halnya dengan apa yang coba ditawarkan dari pengembangan properti dengan konsep TOD. Jika Kota Mandiri lebih mengutamakan sarana dan prasarana yang memadai untuk kenyamanan penghuninya. Justru konsep TOD lebih mengarahkan keunggulannya pada akses sarana transportasi yang memadai bagi konsumen yang tinggal di dalam lingkup kawasan TOD atau biasa di sebut dengan istilah LRT City. Jika dikatakan menarik dan bisa menjadi salah satu solusi mengatasi masalah kemacetan dan permukiman di Jakarta dan sekitarnya. Jelas konsep ini sesuai, mengingat konsep TOD ini sendiri telah berhasil di laksanakan di beberapa kota seperti : Belanda, swedia, China, Amerika Serikat.

Kini, dengan tujuan untuk memecah kemacetan dan padatnya penduduk di kota besar seperti Jakarta. Agaknya memang konsep LRT City menjadi salah satu solusi terbaik masa depan. Karena dengan konsep ini ada beberapa keuntungan dan kelebihan yang bisa di dapat. Dari sisi pengembang jelas proyek ini memiliki sisi market yang bagus, selain karena lokasinya yang sudah pasti berdekatan dengan rumah-rumah penduduk, layaknya memang konsep LRT City ini bisa menjadi alternative hunian masyarakat Indonesia di masa depan terutama di Jakarta yang semakin sulit untuk mendapatkan rumah karena keterbatasan ijin yang.ada.

Penulis: Achmad S adalah Content Writer Rumah2in1.com; bila ingin berhubungan dengan penulis hubungi di: achmad.rumah2in1@gmail.com

Tinggalkan Balasan