Hasil Pencarian Anda

POTENSI GUNUNG KIDUL, BAK PERMATA DIANTARA TANDUSNYA  “ LAHAN GERSANG “

Rumha2in1.com. Siapa yang tidak kenal dengan pantai berikut : pantai krakal, pantai kukup, pantai baron. Ya benar, itulah pantai – pantai indah yang ada di Kabupaten Gunung Kidul. Namun jangan salah, itu baru 3 dari 16 pantai cantik yang ada di Kabupaten Gunung Kidul. Wajar jika pada akhirnya dalam sebuah kesempatan Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Hary Sukmono menyampaikan, terhitung hingga  Sabtu (1/7/2017) terdapat 345.908 wisatawan dengan Pendapatan Asli daerah (PAD) Rp 2.770.028.400.

Tidak bisa di pungkiri, seperti juga disampaikan oleh AA Norzam, Property Consultant di Jogkarta,” Setidaknya sejak 2 tahun lalu Kabupaten Gunung Kidul mengalami perkembangan yang menarik dalam bisnis sektor properti.”  Apa yang dikatakan Norzam memang bukan isapan jempol semata, tapi itulah kondisi yang saat ini tengah dirasakan oleh kawasan yang dahulu terkenal dengan istilah kawasan tandus. Hingga tidak sedikit yang mencemooh daerah yang memang sejak dahulu terkenal dengan sungai – sungai indah yang masih asli seperti : Pantai Siung, Pantai Pok Tunggal, Pantai Indrayanti, Pantai Sundak dan beberapa pantai indah lainnya. “ JIka dahulu harga tanah di Gunung Kidul hanya berada di kisaran Rp50.000 perm2. Tapi kini harganya bervariasi dari angka Rp120.000 hingga mencapai Rp1,2 juta /m2,’ lanjut Norzam yang meman telah cukup lama mengamati pergerakan dan perkembangan harga properti di Kabupaten Gunung Kidul.

Hal ini wajar memang jika dilihat, bahwa wilayah Kabupaten Gunung Kidul berbatasan langsung dengan Kabupaten Kulon Progo. Daerah yang sejak 2 tahun lalu banyak di perbicangkan lantaran adanya rencana Pemerintah Daerah yang akan memindahkan Bandara Internasional Adisutjipto ke lokasi baru di daerah Kulon Progo. Nantinya Bandara Kulonprogo akan memiliki luas 110.000 m2. Proses pembangunanya sendiri akan terbagi dalam beberapa tahanan. Tahap pertama, AP I akan membangun terminal dengan luas  106.500 meter  dan memiliki kapasitas hingga 10 juta penumpang per tahun. Sementara, untuk apronya sendiri dengan kapasitas lahan yang berada seluas 371.125 meter2 diharapkan mampu menampung hingga 28 pesawat. Dengan harapan pada tahun 2017 bandara ini bisa mulai digunakan, wajar jika perkembangan properti di daerah Kulon Progo hingga Kabupaten Gunung Kidul terkena imbas positif.

Kondisi itu memang pada akhirnya menjadi salah satu pemicu untuk perkembangan dan pengembangan bisnis yang lebih besar bagi wilayah Gunung Kidul. Karena hingga memasuki semester II 2017, lanjut Norzam sudah banyak pelaku bisnis baik dari sekitar  Jogjakarta ataupun di luar Jogjakarta yang sudah mulai melirik Kabupaten Gunung Kidul. Potensi Gunung Kidul dengan belasan lokasi pantai yang menariknya, seperti dua pantai berikut yang saat ini menjadi begitu terkenal : Pantai Pulangsawal atau lebih dikenal Pantai Indrayanti dan Pantai Poktunggal  rupanya menjadi satu magnet bagi para pebisnis di luar  Gunung Kidul. Jika dua tahun lalu harga lahan di wilayah Tepus dimana lokasi ke dua pantai itu berapa berada di level Rp50.000 per m2. Saat ini menurut data yang disampaikan oleh Broto Riyanto, Kepala Desa Tepus dipasaran harga Rp500.000 pun agak sulit didapatkan.

Perubahan memang tengah terjadi di Kabupaten Gunung Kidul, kondisi yang sebelumnya kurang diminati oleh pebisnis karena kondisi geografis dari Kabupaten Gunung Kidul yang lebih banyak areal gersang, kini menjelma menjadi satu lokasi ‘DIAMOND “ .Tidak saja perhatian yang diberikan oleh Pemda setempat, Pemerintah Pusat melalui Kementrian Perumahan dan Pekerjaan Umum pun turut menjadi pemicu kebangkitan wisata Gunung Kidul. Setidaknya apa yang disampaikan oleh Basuki menjadi satu statemen penting bagi pebisnis properti yang ingin masuk ke Kabupaten Gunung Kidul.

Saat ini sedang dilakukan studi kelayakan (feasibilty study (FS) jalan tol dari Yogyakarta ke Solo.  Setidaknya lanjut Basuki akan ditentukan apakah desain yang dipakai untuk proyek jalan tol tersebut apakah  landed tollroad atau elevated tollroad mengikuti jalan nasional yang ada. Sementara proses pembangunan jalan tol yang saat ini tengah menyelesaikan proses finishing adalah  untuk jalan nasional pantai selatan jawa di D.I.Y dan Jawa Tengah. Proyek ini lanjut Menteri PUPR akan tuntas di tahun 2017. Sedangkan untuk jalan nasional pantai selatan 121 km, rencananya akan diselesaikan juga di tahun 2017. Termasuk dalam proyek tersebut jalan yang ada di daerah Wonosari yang merupakan ibukota Kabupaten Gunungkidul  serta jalan untuk mendukung pembangunan bandara Kulon Progo. (penulis : achmad.rumah2in1@gmail.com)

 

Tinggalkan Balasan