Hasil Pencarian Anda

JOGJAKARTA AKAN MENJADI WILAYAH SEPERTI JAKARTA, MENYANGKUT HARGA LAHANNYA

www.rumah2in1.com. Dua hal penting dalam bisnis properti yang akan menjadikan sebuah bisnis terus meningkat perkembangannya yaitu besarnya potensial market dan ketersediaan lahan yang memadai. Kondisi itu sudah terlihat di Jakarta.Hingga pada akhirnya saat ini Jakarta menjadi kota yang memiliki harga jual lahan salah satu termahal di dunia. Saat ini Jogjakarta dengan kodratinya sebagai sebuah daerah khusus nampaknya sedang bertranspormasi menjadi wilayah seperti Jakarta.

“ Potensi kenaikan harga lahan di Jogjakarta, rata-rata 10% diatas rata-rata kenaikan harga lahan secara nasioal,” begitulah AA Norzam, Property Consultant dari Jogjakarta memberikan statemennya. Norzam menjelaskan,  jika kenaikan rata-rata lahan secara nasional berada di kisaran 12%, maka Jogjakarta akan meningkat maksimal 22% kenaikan  harga lahannya.

Kondisi ini memang berkembang begitu cepat, jika sebelumnya Jogjakarta  hanya dipandang sebagai daerah Pendidikan dan Pariwisata. Sehingga pengembangan sektor properti belum begitu menarik. Tapi kini seiring berjalannya waktu, potensi Jogjakarta sebagai salah satu daerah potensial pengembangan sektor properti di Indonesia mulai dilirik.

Ambil contoh beberapa lokasi yang menurut AA Norzam, broker yang telah malang melintang di Jogjakarta cukup lama memberikan sample harga lahan di beberapa lokasi. “ Tahun 2000 atau beberapa tahun lalu, tidak banyak yang melirik Jalan Solo, Jalan Magelang, “ kata AA Norzam. Jalan tersebut adalah alternative jalan menuju Kota Solo atau Magelang.  Daerahnya yang memang tidak memiliki potensi yang begitu menonjol dibanding lokasi lain yang ada di Jogjakarta seperti  Jalan Malioboro dengan potensi ritel moderen dan tradisionalnya. Atau jalan Kaliurang yang terkenal karena menuju lokasi Pariwisata Kaliurang dan Gunung Merapi.

Tapi kini, siapa yang tidak kenal Jalan Solo atau Jalan Magelang. Seiring berjalannya waktu harga lahan di kedua lokasi inipun terbilang cukup tinggi. Hingga memasuki tahun 2017, harga lahan di Jalan Solo menurut data AA Norzam berada di kisaran Rp 20-25 juta/m2. Sementara untuk Jalan Magelang harganya juga sama sekitar Rp20-25 juta / m2.  Untuk jalan yang berada di kota Jogjakarta agaknya Jalan disekitar Patung Tugu Pal mampu meningkatkan harga jualnya cukup tinggi berada di kisaran angka jual Rp25 – 30juta/m2.  Wajar jika prediksinya mengatakan bahwa Jogjakarta akan bisa mengikuti apa yang terjadi di Jakarta dalam beberapa tahun kedepan.

Hal itu mungkin saja terjadi untuk kota seperti Jogjakarta. Setidaknya ada beberapa hal yang membuat Jogja begitu beda dengan daerah lain. Pertama Jogja adalah kawasan yang cukup menarik sebagai tempat tinggal, hingga usia harapan hidup di Jogja cukup tiggi. Kedua Jogja memilili factor kenyamanan, factor kenangan masa lalu dimana para orang tua yang pernah bersekolah di Jogja ingin agar anaknya menempuh pendidikan di Jogja. Dari dua hal itulah yang pada akhirnya tidak salah jika kemudian muncul satu pemikiran dari para pebisnis bahwa Jogjakarta mampu menjadi daerah bisnis yang berkembang dengan pesat dengan segala potensi yang dimilikinya.

Dengan begitu besarnya potensi kenaikan harga lahan yang ada di Jogja, terlebih dengan keterbatasan lahan yang ada di Kota Jogjakarta,maka  masalah keamanan sertifikat lahan menjadi satu hal yang mesti menjadi perhatian untuk semua pelaku bisnis yang ingin  berbisnis di Jogjakarta. Karena bisa jadi, lahan yang anda ingin beli jika tidak di periksa dengan hati-hati bisa dikondisikan menjadi lahan yang memiliki sertifikat ganda.

(penulis : achmad.rumah2in1@gmail.com)

Tinggalkan Balasan