Hasil Pencarian Anda

Tahun 2017: Pasar Properti Tumbuh 15%

Nilai pasar properti pada 2017 ditaksir meningkat sekitar 15% menjadi sekitar Rp 318 triliun. Segmen hunian masih menjadi otot dari pertumbuhan bisnis properti di Tanah Air. Berikut ulasan selengkapnya yang kami kutip dari Investor Daily.

Sejumlah faktor makro dan mikro ekonomi dinilai menopang pertumbuhan industri properti 2017. Faktor itu antara lain, dampak kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty), lahirnya regulasi pemangkasan perizinan pembangunan hunian, dan penurunan suku bunga perbankan.

“Nilai kapitalisasi properti nasional tahun 2017 diperkirakan mencapai Rp 318 triliun meningkat 15% dibanding 2016 yang mencapai Rp 277 triliun,” ujar analis properti Torushon Simanungkalit, kepada Investor Daily, saat dihubungi dari Jakarta.

Dia menjelaskan, segmen hunian, yaitu apartemen dan perumahan menjadi kontributor terbesar yakni mencapai 55,8% dari nilai kapitalisasi properti nasional. Laju pertumbuhan nilai kapitalisasi sektor hunian mencapai 16,5%, yakni dari Rp 152,7 triliun menjadi Rp 177,9 triliun pada 2017.

Menurut dia, terdapat sejumlah faktor yang memicu peningkatan nilai kapitalisasi pasar properti 2017. Faktor-faktor tersebut mencakup suku bunga perbankan yang semakin rendah dan diperkirakan akan mencapai single digit dan pelonggaran loan to value (LTV). Lalu, konsumsi domestik yang meningkat baik akibat permintaan pasar dan juga makin konsennya pemerintah untuk menekan backlogyang kini mencapai 13,5 juta rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Selain itu, program pengampunan pajak (tax amnesty) tahap pertama yang dinilai berhasil dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap Indonesia untuk menanamkan modal, khususnya di sektor properti. “Faktor lain adalah pengurusan perizinan yang makin baik. Serta pemberantasan pungli dan kebijakan pemerintah menaikkan anggaran perumahan rakyat yang meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya,” tutur Torushon.

Sumber: Investor Daily

Tinggalkan Balasan