Hasil Pencarian Anda

Sekarang Beli Rumah Mewah, Apartemen, Townhouse Lebih Rp 20 Miliar Dikenakan PpnBM 20%

Sekarang apabila anda membeli rumah mewah, townhouse, apartemen, kondominium jenis Strata title seharga Rp.1o milyard atau jenis Nonstrata title seharga Rp.20 milyard dikenankan Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah atau PpnBM sebesar 20% jadi harus sediakan uang pajak barang mewah 2-4 milyard rupiah diluar biaya pajak pembelian dan pajak baliknama.

Hal ini karena pada 1 Maret 2017 lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerbitkan aturan barang yang dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah sebesar 20 persen sampai 75 persen. Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 35/PMK.010/2017 tentang Jenis Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah selain Kendaraan Bermotor yang dikenai PPnBM. Peraturan Menteri Keuangan tersebut merupakan revisi atas PMK Nomor 206/PMK.010/2015 tentang Perubahan atas PMK Nomor 106/PMK.010/2015 tentang Jenis Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Selain Kendaraan Bermotor yang Dikenai PPnBM.

Berikut perinciannya:

  1. Dikenai PPnBM 20%. Barang-barang tersebut adalah: Kelompok hunian mewah seperti rumah mewah, apartemen, kondominium, town house, dan sejenisnya, yaitu: 1.rumah dan town house dari jenis nonstrata title dengan harga jual sebesar Rp20.000.000.000,00 (dua puluh miliar rupiah) atau lebih; dan 2. apartemen, kondominium, town house dari jenis strata title, dan sejenisnya dengan harga jual sebesar Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) atau lebih.
  2. Dikenai PPnBM sebesar 40% (empat puluh persen) adalah barang-barang sebagaimana sebagai berikut: a. kelompok balon udara dan balon udara yang dapat dikemudikan, pesawat udara lainnya tanpa tenaga nggerak; b. Kelompok peluru senjata api dan senjata api lainnya, kecuali untuk keperluan negara: peluru dan bagiannya, tidak termasuk peluru senapai angin.
  3. Dikenai PPnBM tarif sebesar 50% (lima puluh persen), menurut PMK ini adalah: a. kelompok pesawat udara selain yang tercantum dalam Lampiran II, kecuali untuk keperluan negara atau angkutan udara niaga, helikopter, dan pesawat udara dan kendaraan udara lainnya, selain helikopter; b. Kelompok senjata api dan senjata api lainn ya, kecuali untuk keperluan negera: senjata artileri, revolver dan pistol, dan senjata api (selain revolver dan pistol), dan peralatan semacam itu yang dioperasi dengan penembakan bahan peledak.
  4. Dikenai PPnBM tarif sebesar 75% (tujuh puluh lima persen), menurut PMK ini adalah barang-barang seperti kapal pesiar, kapal ekskursi, dan kendaraan air semacam itu terutama dirancang untuk pengangkutan orang, kapal feri pribadi serta yacht pribadi.

“Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 1 Maret 2017,” bunyi Pasal 7 PMK Nomor: 35/PMK.010/2017, yang diundangkan oleh Dirjen Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM Widodo Ekatjahjana itu.

Sumber:

  1. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia
  2. Detik Finance

Tinggalkan Balasan